Senin, 02 Januari 2012

Hatta: PNS Korup Harus Kita Sikat, Bersihkan!

detik finance
Jakarta - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa 'gerah' terhadap aksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan perbuatan laknat korupsi. Hatta menyatakan perang terhadap PNS nakal. "Ini battle kita, ini yang harus kita sikat. Bersihkan," ungkap Hatta ketika ditemui usai pembukaan perdagangan saham di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (2/1/2011). Menurut Hatta, para PNS korup sungguh merugikan negara. Hatta menyatakan akan menelusuri lebih jauh mengenai temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Karena itu menggerogoti pembangunan kita. Harus di-follow up terus," jelas Hatta. Pada kesempatan yang sama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan maraknya korupsi masih menjadi penghambat dalam pertumbuhan ekonomi RI. Ia berharap tingkat korupsi dan penyimpangan bisa berkurang di tahun-tahun mendatang. "Serta korupsi yang sayang sekali masih ada bocoran dan penyimpangan tahun ini. Kita harapkan berkurang di tahun mendatang," katanya dalam pidato usai membuka perdagangan saham perdana tahun ini. Korupsi tersebut, kata SBY, hanya salah satu dari penghambat pertumbuhan ekonomi RI. Masih banyak hambatan lainnya, antara lain minimnya infrastruktur, rumitnya birokrasi, regulasi yang tidak pas, juga beberapa hambatan di daerah juga Sebelumnya PPATK mengungkapkan, korupsi masih menjadi jawara dalam tindak pidana yang menyangkut keuangan negara. Selama 2011, Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 175 laporan dugaan tindak pidana korupsi. Dari jumlah dugaan tindak pidana korupsi tersebut, ternyata sebanyak 50,3% dilakukan oleh PNS. (dru/ang)

Rambut Putih Hatta Rajasa Jadi Bahan Kampanye PAN

detiknews.com Ramadhian Fadillah - detikNews Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) terus berusaha mensosialisasikan sosok Hatta Rajasa sebagai calon presiden 2014. Rambut putih Hatta yang menjadi ciri khasnya pun menjadi bahan kampanye. "Kalau di Jakarta kan terkenal silver hair. Nah, di Bandung dipanggilnya si Rambo alias rambut bodas. Bodas itu putih dalam bahasa sunda, jadi si rambut putih. Kita pakai bahasa-bahasa semacam itu untuk memperkenalkan Pak Hatta," ujar Ketua DPP PAN Bima Arya kepada detikcom, Senin (2/1/2012). Bima menegaskan suara PAN bulat untuk mengusung Hatta. PAN pun tidak mau jika Hatta hanya menjadi cawapres. "Semuanya sudah diputuskan di Rakernas. Semua rekan minta Pak Hatta jadi nomor satu, masa kita calonkan sebagai nomor dua," terang Bima. Beberapa langkah pun dilakukan PAN di tahun 2012 ini, di antaranya menyiapkan kader hingga tingkat rayon kecamatan. "Kita instruksikan juga seluruh kader PAN menjalankan program PAN merakyat," jelas politisi muda ini. (rdf/rdf)

Salah satu BUMN yang telah siap untuk melepas sahamnya di bursa yaitu PT Semen Baturaja.

VIVAnews – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pada tahun ini akan ada tiga hingga lima BUMN yang akan melepas saham perdana di lantai bursa Indonesia. Kendati demikian, menurutnya, pemengang saham mayoritas tetap akan dikuasai pemerintah. "BUMN yang akan IPO (intial public offering atau menawarkan saham perdana) akan ada lima yang dibahas. Makanya, kita optimis tiga hingga lima tapi paling sedikit tiga tidak termasuk rights issues (penawaran saham terbatas)," kata Hatta di Jakarta, Senin 2 Januari 2012. Namun, Hatta enggan membeberkan BUMN mana saja yang akan IPO di tahun ini. Ia hanya menyebut satu BUMN yang telah siap untuk melepas sahamnya di bursa yaitu PT Semen Baturaja (Persero). Menurut Hatta, dirinya akan mengumumkan BUMN mana saja yang bakal IPO dalam waktu dekat. Saat ini, Kementerian Koordinator Perekonomian sedang membahasnya dengan kementerian terkait seperti Kementerian Negara BUMN dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. "Tahun ini sudah siap tapi nanti ya, sehari dua hari ini rapat konsolidasi. Hari ini, saya akan rapat dengan infrastruktur dan energi," katanya. Hatta menuturkan, pemerintah mendorong BUMN untuk IPO karena ingin mengembangkan BUMN tersebut. Ia mengambil contoh, potensi pelabuhan dan bandara di Indonesia yang membukukan keuntungan yang besar setiap tahunnya. Tentunya, jika ingin mengembangkan pelabuhan dan bandara, pengelola tidak perlu lagi meminjam uang di bank yang bunganya tinggi. "Nanti ke depan, jangan lagi gunakan dana perbankan tapi gunakan instrumen obligasi dan instrumen pasar modal untuk mengembangkan infrastruktur," ujarnya. Pemerintah, lanjutnya, memang berhati-hati mengenai IPO BUMN, karena tidak ingin kasus Garuda Indonesia yang dijual terlalu mahal dan Krakatau Steel yang dijual terlalu murah terulang kembali terhadap BUMN lainnya. (eh) • VIVAnews

Photo Kegiatan 16 Mei 2012 di Aula Gerkopin Jatinangor