Minggu, 21 Oktober 2012

PAN Tinggal Ketok Palu Dukung Dede Yusuf


JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Amanat Nasional (PAN) sudah hampir pasti mendukung bakal calon Gubernur Dede Yusuf yang diusung Partai Demokrat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2013. Koalisi kedua partai ini pun tinggal menunggu ketok palu.


Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Tjatur Sapto Edi, Jumat (19/10/2012), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Tjatur mengakui bahwa komunikasi antara Dede Yusuf dengan PAN juga sudah dilakukan. "Ya, betul kami di-silaturahmi oleh Dede Yusuf. Dede datang ya kita terima karena Dede kan mantan kader PAN," ujar Tjatur.

Pertemuan PAN dengan Dede Yusuf diakui Wakil Ketua Komisi III itu memang membuka jalan untuk koalisi. Tjatur pun tidak membantah bahwa usai pertemuan itu, PAN kemungkinan besar akan mendukung Dede Yusuf.

"Kemungkinan besar memang (calonkan Dede), tapi kami belum ketuk palu," ujar Tjatur.

Di dalam Pilgub Jawa Barat kali ini, PAN terpaksa harus berkoalisi dengan partai lain lantaran jumlah kursinya di DPRD Jawa Barat tidak memenuhi kuota minimal 15 kursi. Di tingkat legislatif, PAN hanya memiliki 5 kursi. Sementara itu, Partai Demokrat sebenarnya bisa mencalonkan sendiri karena jumlah kursinya sudah mencukupi. Partai berlambang segitiga biru ini pun sudah menetapkan Dede Yusuf sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.

Kiprah Dede selama menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat dinilai cemerlang sehingga dalam survei yang dilakukan parta-partai popularitas Dede tak tersaingi.

Ikuti berita selengkapnya di topik pilihan "Jelang Pilgub Jabar 2013"

Editor :Hindra

http://nasional.kompas.com/read/2012/10/19/19543017/PAN.Tinggal.Ketok.Palu.Dukung.Dede.Yusuf

Partai Nasionalis yang Semakin Pintar, Ancam Partai Islam


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kehadiran partai-partai nasionalis yang semakin pintar mencuri hati rakyat menjadi batu sandungan serius bagi partai Islam.

“Ironis, dengan basis partai yang berideologikan agama Islam di Negara mayoritas muslim, partai-partainya justru kian meredup,” ucapnya dalam acara diskusi bertema Merosotnya Perolehan Suara Partai Islam di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (20/10) pagi.

Bila organisasi yang menjadi motor penggerak partai-partai Islam tak segera membenahi cara ‘dagangnya’ mereka akan kian jauh tertinggal.

Dirinya mencontohkan mengenai fokus tujuan dari masing-masing partai Islam yang ada. Menurutnya, visi dan misi partai Islam tak jauh beda dengan partai nasionalis lainnya. Hal inilah yang justru menurutnya menjadi blunder partai islam dalam menjajakan kebijakan-kebijakan politiknya.

“Kemarin Pemilukada saja kalah, itu karena meskipun background-nya Islam tapi apa yang ditawarkan pada masyarakat sama saja dengan calon dari partai nasionalis,” ucapnya.

Seharusnya partai Islam memiliki kebijakan khas yang mampu mengakomodir kepentingan umat Islam di Indonesia. Namun tetntu saja, secara cerdas partai Islam juga harus mampu memberi kepercayaan pada masyarakat non-Islam.

Hal seperti itu, sayangnya, tidak dilakukan. Alhasil setiap tahnnya, kans partai Islam untuk memengi Pemilu semakin memudar. Atas dasar inilah, mantan anggota FPP DPR tahun 1977-1987 ini bahkan berani mengatakan partai islam akan segera kehilangan pamor.
 “Mereka sudah kehabisan waktu, khususnya bila kita bicara mengenai Pemilu 2014,” kata dia.

Dirinya juga mengemukakan pendapatnya mengenai jangka panjang dari kehadiran partai Islam. Menurutnya bila partai Islam belum mampu melahirkan tokoh kuat yang dari sisi keislaman diakui masyarakat, makan partai islam akan berakhir.

“Sepertinya tinggal menunggu waktu saja, yang saya teliti dan perhatikan hanya ada satu partai yang masih bernuansa Islami yang akan tetap bertaji,”kata dia.

Partai Amanat Nasional (PAN) menurutnya masih bisa mempertahankan pamornya di mata masyarakat. Dirinya menilai, dari sisi ketokohan, PAN memiliki sosok kuat di dalam diri Ketua Umumnya.

Selain itu, baginya peran kader organisasi yang terlihat lebih solid sangat memberikan dampak besar pada eksisternsi partai ini.

“Embrio partai ini berasal dari Muhammadiyah. Mereka berhasil memelihara asal-usulnya dengan tetap memodernkan diri dan mendapat tempat di hati rakyat,” ucapnya.

Selebihnya, menurut dia partai-partai Islam yang kini beredar di ranah politik Indonesia akan segera berakhir. “Almarhum,” tegasnya menanggapi eksistensi partai islam ke depan.

Redaktur: Taufik Rachman

Reporter: Gilang Akbar Prambadi

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/12/10/20/mc6kgi-partai-nasionalis-yang-semakin-pintar-ancam-partai-islam

Rabu, 12 September 2012

PAN Penuhi Syarat Verifikasi

JAKARTA– Partai Amanat Nasional (PAN) memperlihatkan keseriusannya menatap Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, dengan memenuhi 17 persyaratan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo memastikan, partainya sudah memenuhi 17 persyaratan yang ditetapkan KPU. “Alhamdulillah,kita tidak mempunyai masalah terkait sejumlah persyaratan yang ditetapkan KPU. Ke-17 persyaratan itu sudah kita penuhi,” kata Drajad dalam rilisnya kemarin. Drajad mengungkapkan, terpenuhinya 17 persyaratan itu juga sebagai bukti PAN serius dan tidak main-main dalam pencapresan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa di Pilpres 2014.

“Dari ujung Papua sampai ujung dunia, semua kader dari bawah hingga tingkat MPP sudah sepakat mencalonkan Hatta,dan ini sudah keputusan resmi partai.Ke-17 persyaratan yang sudah diselesaikan dalam pemilu legislatif (pileg), bukti jika PAN tidak main-main dalam hal pencapresan Hatta,” ungkapnya. Disinggung belum adanya pernyataan resmi dari Hatta terkait pencapresannya, Drajad menyebutkan Hatta sebagai sosok menteri yang santun. “Pak Hatta itu menteri yang santun.Jadi, tidak etis rasanya kalau dia sudah membicarakan hal itu meski partai sudah mendukungnya,”ungkapnya.

Drajad yang turut hadir saat mendaftarkan PAN sebagai partai ke-13 yang menyerahkan berkas syarat pendaftaran pemilihan umum legislatif ke kantor KPU, Rabu (29/8) lalu,mengaku MK mengambil keputusan di waktu yang sempit dan terkesan tidak adil. Sebagaimana diketahui, salah satu persyaratan yang cukup berat untuk dipenuhi bagi partai peserta pemilu adalah kelengkapan kartu tanda anggota (KTA).Setiap partai harus mampu mengumpulkan minimal 1000 KTA untuk tiap kabupaten dan provinsi. mohammad sahlan 

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/525432/

Photo Kegiatan 16 Mei 2012 di Aula Gerkopin Jatinangor