Jumat, 01 November 2013

Hatta Rajasa Tunjuk 77 Koordinator DAPIL

pan.or.id – Jakarta – Partai Amanat Nasional memiliki target untuk mendapatkan 1 kursi per dapil, target ini harus dibarengi tidak hanya dengan tekad saja, tetapi juga perlu ada strategi yang matang dalam upaya memenangkan pertarungan di dapil.
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menyadari betul bahwa gerakan grassroot sangat penting, sehingga diperlukan orang-orang yang memang memiliki kemampuan untuk menggerakkan setiap calon anggota legislatif di setiap tingkatan untuk mendengarkan aspirasi rakyat.
“Kita perlu orang-orang yang kita jadikan koordinator, mengkoordinir setiap caleg, berkoordinasi juga dengan saya untuk menentukan strategi yang pas untuk menangkan dapil yang menjadi tanggung jawabnya.” Ujar Komandan Ekonomi Nasional itu, di sela-sela rapat koordinasi antara DPP, DPW dan Koordinator dapil pada sabtu lalu (26/10).
Tanpa ragu-ragu Hatta Rajasa menyebut bahwa koordinator dapil ini adalah pasukan elit yang terdiri dari kader-kader dengan pengalaman segudang.
“Para koordinator ini bukan orang sembarangan, disana ada Menteri,  wakil ketua DPR-RI, wakil ketua MPR-RI, wakil ketua DPD-RI, Anggota DPR-RI, Walikota, mantan Bupati/Walikota, mantan calon Gubernur/Wakil Gubernua dan mantan calon Bupati/Walikota. Mereka ini kader yang memang sudah teruji, kalau bisa dibilang ini ya pasukan elit partai, tapi bukan berarti mereka elitis, mereka justru lebih merakyat, lebih egaliter, dan lebih bisa diterima oleh masyarakat.” Jelas Hatta.
Berikut nama-nama Koordinator daerah pemilihan sesuai dengan SK DPP PAN No. PAN/A/Kpts/KU-SJ/108/X/2013
No.
DAERAH PEMILIHAN
NAMA
01.   
Aceh I
A. Farhan Hamid
02.   
Aceh II
Azwar Abubakar
03.   
Sumatera Utara I
Mulfachri Harahap
04.   
Sumatera Utara II
Yahdil Abdi Harahap
05.   
Sumatera Utara III
Kamaluddin Harahap
06.   
Sumatera Barat I
H. MHD Asli Chaidir
07.   
Sumatera Barat II
H. Taslim Chaniago
08.   
Riau I
Jon Erizal
09.   
Riau II
Herman Ghazali
10.   
Kepulauan Riau
Asman Abnur
11.   
Jambi
H. A. Bakri HM
12.   
Sumatera Selatan I
Achmad Hafisz Tohir
13.   
Sumatera Selatan II
Hanna Gayatri
14.   
Bangka Belitung
H. Darmansyah Husein
15.   
Bengkulu
Dewi Coryati
16.   
Lampung I
Zulkifli Hasan
17.   
Lampung II
Alimin Abdullah
18.   
DKI Jakarta I
Didik J. Rachbini
19.   
DKI Jakarta II
Ichwan Ishak
20.   
DKI Jakarta III
Didi Supriyanto
21.   
Jawa Barat I
Hj. Mariana Gandakusumah
22.   
Jawa Barat II
Siswanda H. Sumarto
23.   
Jawa Barat III
Bima Arya Sugiarto 
24.   
Jawa Barat IV
Hj. Rosmailis Idris
25.   
Jawa Barat V
Welya Safitri
26.   
Jawa Barat VI
Agung Mozin
27.   
Jawa Barat VII
Ahmad Adib Zain
28.   
Jawa Barat VIII
Azis Subekti
29.   
Jawa Barat IX
Raden Tedi
30.   
Jawa Barat X
Chandra Tirta Wijaya
31.   
Jawa Barat XI
Haerudin
32.   
Banten I
Euis Fety Fatayaty
33.   
Banten II
Yandri Susanto 
34.   
Banten III
Ali Taher Parasong
35.   
Jawa Tengah I
M. Yasin Kara
36.   
Jawa Tengah II
Nasrullah
37.   
Jawa Tengah III
Sulistyowati
38.   
Jawa Tengah IV
Ibnu M. Bilalludin
39.   
Jawa Tengah V
Yusuf Wibisono
40.   
Jawa Tengah VI
Tjatur Sapto Edy
41.   
Jawa Tengah VII
Taufik Kurniawan
42.   
Jawa Tengah VIII
Nurhadi M. Musawir
43.   
Jawa Tengah IX
Teguh Juwarno
44.   
Jawa Tengah X
Maskur Ahmad
45.   
DI Yogyakarta
Hanafi Rais
46.   
Jawa Timur I
Sunartoyo
47.   
Jawa Timur II
Taufik Gani M
48.   
Jawa Timur III
Rachman Windhiarto
49.   
Jawa Timur IV
Anang Hermansyah
50.   
Jawa Timur V
Totok Daryanto
51.   
Jawa Timur VI
A. Riski Sadig
52.   
Jawa Timur VII
Mardiana Indraswati
53.   
Jawa Timur VIII
Eko Hendro Purnomo
54.   
Jawa Timur IX
H. Kuswiyanto
55.   
Jawa Timur X
Viva Yoga Mauladi
56.   
Jawa Timur XI
Ach. Rubaie
57.   
Bali
Nyoman Gede Suweta
58.   
Nusa Tenggara Barat
Muhammad Syafrudin
59.   
Nusa Tenggara Timur I
Laurens Bahang Dama
60.   
Nusa Tenggara Timur II
Eurico Guterres
61.   
Kalimantan Barat
H. Sukiman
62.   
Kalimantan Tengah
Hang Ali Saputra Syah Pahan
63.   
Kalimantan Selatan I
Jumanhuri
64.   
Kalimantan Selatan II
Zulkifli Halim
65.   
Kalimantan Timur
H. M. Darlis Pattalongi
66.   
Sulawesi Utara
Yasti Soepredjo Mokoagow
67.   
Gorontalo
Ruliyanti Katilie
68.   
Sulawesi Tengah
H. Anwar Ponulele
69.   
Sulawesi Selatan I
Indira Chunda Thita Syahrul
70.   
Sulawesi Selatan II
Andi Yuliani Paris
71.   
Sulawesi Selatan III
Amran Arfan
72.   
Sulawesi Tenggara
Laode Ida
73.   
Sulawesi Barat
Hendra Sinkarru
74.   
Maluku
Drs. Abdul Rahim Uluputty
75.   
Maluku Utara
Mohammad Yamin Tawary
76.   
Papua
Jamalauddin Jafar
77.   
Papua Barat
H. Wahidin Puarada
 (HF)
- See more at: http://pan.or.id/2013/10/28/hatta-rajasa-tunjuk-77-koordinator-dapil/#sthash.RnB7wYkh.dpuf

Sabtu, 26 Oktober 2013

PAN usulkan langkah darurat tangani kisruh DPT

LENSAINDONESIA.COM: Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan menegaskan perlunya mengambil langkah darurat jika dalam perkembangan satu pekan ke depan tak ada perkembangan yang menunjukkan perbaikan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Langkah itu menurut Taufik adalah sebuah komitmen bersama untuk tidak sampai menganggu pelaksanaan Pemilu dan hasilnya.
“Misalnya, kalau ada peraturan KPU yang menetapkan batas akhir penetapan DPT, mau tak mau peraturan itu diubah agar penetapan DPT bisa diundur. Atau perlu kesepakatan ketika DPT sudah diakui maka tidak ada gugatan yang tak perlu,” ujarnya dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/10/2013).

Taufik menjelaskan, secara politik dan kenegaraan, Pemilu 2014 ini didukung dana APBN terbesar yaitu dengan jumlah Rp 21 triliun. Penggelontoran dana yang sangat fantastis ini, lanjutnya, tentu bukan untuk kepentingan siapapun termasuk Parpol saja tapi lebih pada kepentingan rakyat secara umum.
“Ini keputusan dalam bentuk UU APBN untuk alokasi Pemilu terbesar, makanya jangan sampai mubazir,” tegasnya.
Sisi lain yang Taufik singgung adalah bahwa pada tahun 2014 terjadi momentum penyerahan estafet kepemimpinan nasional. Jadi, seluruh stakeholder tak boleh hanya berkutat di polemik DPT walaupun itu memang penting.
“Perlu pembicaraan teknis informal yang tak bermaksud mengintervensi KPU dan Bawaslu,” pungkasnya.@firdausi
SUMBER : http://www.lensaindonesia.com/2013/10/26/pan-usulkan-langkah-darurat-tangani-kisruh-dpt.html

Senin, 08 April 2013

Wakili Partai Islam, Elektabilitas Hatta Rajasa Terus Menguat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa kian menguat. Berdasakan hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survey (INES), tingkat elektabilitas Hatta mencapai 14,4 persen.

Elektabilitas Menko Perekonomian itu berada pada peringkat ketiga di bawah Prabowo Subianto (39,8) persen dan Megawati Soekarnoputri (17,2 persen).

Direktur INES Sudrajat Sacawisatra, mengungkapkan, elektabilitas capres dari PAN, Hatta Rajasa setiap tahun terus mengalami kenaikan. 

Kenaikan elektabilitas Menko Perekonomian ini, kata Sudrajat, karena sosok Hatta mewakili partai Islam.

"Banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih ke Hatta Rajasa karena paling merepresentasikan partai Islam," ujarnya saat memaparkan hasil survei Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014 'Penghakiman Rakyat Siapa Menabur Akan Menuai' di Cava Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (7/4).

Survei INES tersebut menggunakan metodologi populasi survei dengan jumlah sample 6.000 orang. margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 98 persen. Survei dilakukan dalam kurun waktu 18-30 Maret 2013.

Responden rata-rata berusia di atas 17 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak SD. Sebab, survei dilakukan di pedesaan 51 persen dan perkotaan 49 persen.

Berikut Hasil Survei Ines:

1. Prabowo Subianto 39,8 persen
2. Megawati Soekarno Putri 17,2 persen
3. Hatta Rajasa 14,4 persen
4. Aburizal Bakrie 10,3 persen
5. Ani Yudhoyono 5,1 persen
6. Jusuf Kalla 4,2 persen
7. Pramono Edhie Wibowo 3,3 persen
8. Wiranto 3,3 persen
9. Joko Suyanto 1 persen
10. Surya Paloh 0,7 persen
11. Sutiyoso 0,7 persen


Photo Kegiatan 16 Mei 2012 di Aula Gerkopin Jatinangor