Rabu, 18 Januari 2012

Amien: Hatta Koboi Senayan yang Mumpuni jadi Presiden

JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais merestui pencalonan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menjadi calon presiden RI 2014. “PAN itu memang mantap karena Parpol mencalonkan ketum masing-masing, karena kalau mencalonkan orang lain kan belum kenal sekali, jadi takut keliru,” kata Amien Rais di Gedung YTKI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (14/1/2012) malam. Amien yang juga mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menambahkan, sosok Hatta cukup layak dan dikenal di masyarakat luas. Dia juga memuji besan Presiden SBY ini sewaktu berkiprah di Senayan. “Dia (Hatta) mumpuni, pernah jadi koboi Senayan, jam terbangnya juga banyak di departemen, wawasannya juga cukup bagus,” ujarnya. Amien juga memuji kiprah Hatta di dunia internasional yang selalu lancar dalam menguasai masalah. Menurutnya, saat ini PAN harus mencari pendamping Hatta sebagai calon wakil presiden. “Jadi menurut saya dimunculkan capres lebih awal sudah tepat, nanti kalau terakhir atau dadakan, malah memilih dari yang mana paling sering muncul di media, dan yang mendorong media massa, jadi kita terkecoh. Yang penting jangan mengurangi konsentrasi kerja masing-masing,” tutupnya. (abe)

Selasa, 17 Januari 2012

Ini Komentar Hatta Soal Negara Autopilot

Ini Komentar Hatta Soal Negara Autopilot
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa akhirnya tergelitik untuk mengomentari negara autopilot. “Tidak ada satu negara pun yang tidak ada pemimpinnya,” kata Hatta Rajasa di Kantornya, Selasa, 17 Januari 2012. Ia menegaskan, semua pemimpin negara pasti bekerja demi kepentingan rakyatnya. Istilah negara autopilot rame jadi orbolan belakangan ini. Istilah itu dimunculkan oleh beberapa orang untuk merepresentasikan kondisi Indonesia yang dianggap berjalan sendiri tanpa kontribusi dari pemerintah. Pemerintah dianggap gagal untuk mensejahterakan rakyat dalam berbagai bidang. Beberapa waktu lalu, Yudi Latief dari Reform Institute menuding pemerintah Indonesia lebih sensitif dengan citra diri ketimbang dengan keselamatan negara. Pemerintaah saat ini dianggapnya sebagai rezim yang miskin prestasi. Tak hanya itu, seolah-olah pemerintah tidur dan kehidupan berjalan seperti biasa. Pernyataan tersebut dilontarkan sehubungan dengan lambannya akselerasi kinerja pemerintahan. Padahal, menurut Yudi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sering menggelar rapat kabinet. Namun implementasi dari pertemuan-pertemua itu tak terlihat. Karena itu, dia mempertanyakan apakah presiden yang tidak bisa memimpin atau pembantunya yang tidak mau mendengar. Menurut Hatta, tuduhan semacam itu tak berdasar. “Dengan membuat tudingan semacam itu, sama saja kita mengatakan lurah, camat, bupati, gubernur sampai presiden tidak bekerja,” ungkapnya. Bagi Hatta, itu mustahil. Ia menilai pernyataan tersebut terlalu berlebihan. “Memangnya autopilot itu bisa terbang sendiri? Pasti ada pilotnya juga kan?” kata Hatta. Hatta menganggap wacana yang digulirkan tadi hanya membuat masyarakat bingung. “Saya sangat tidak setuju dengan opini tersebut,” ungkapnya. “Pesawat terbang saja perlu pilot, apalagi negara?” kata Hatta Rajasa. SUBKHAN

Photo Kegiatan 16 Mei 2012 di Aula Gerkopin Jatinangor