Senin, 08 April 2013

Wakili Partai Islam, Elektabilitas Hatta Rajasa Terus Menguat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa kian menguat. Berdasakan hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survey (INES), tingkat elektabilitas Hatta mencapai 14,4 persen.

Elektabilitas Menko Perekonomian itu berada pada peringkat ketiga di bawah Prabowo Subianto (39,8) persen dan Megawati Soekarnoputri (17,2 persen).

Direktur INES Sudrajat Sacawisatra, mengungkapkan, elektabilitas capres dari PAN, Hatta Rajasa setiap tahun terus mengalami kenaikan. 

Kenaikan elektabilitas Menko Perekonomian ini, kata Sudrajat, karena sosok Hatta mewakili partai Islam.

"Banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih ke Hatta Rajasa karena paling merepresentasikan partai Islam," ujarnya saat memaparkan hasil survei Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014 'Penghakiman Rakyat Siapa Menabur Akan Menuai' di Cava Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (7/4).

Survei INES tersebut menggunakan metodologi populasi survei dengan jumlah sample 6.000 orang. margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 98 persen. Survei dilakukan dalam kurun waktu 18-30 Maret 2013.

Responden rata-rata berusia di atas 17 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak SD. Sebab, survei dilakukan di pedesaan 51 persen dan perkotaan 49 persen.

Berikut Hasil Survei Ines:

1. Prabowo Subianto 39,8 persen
2. Megawati Soekarno Putri 17,2 persen
3. Hatta Rajasa 14,4 persen
4. Aburizal Bakrie 10,3 persen
5. Ani Yudhoyono 5,1 persen
6. Jusuf Kalla 4,2 persen
7. Pramono Edhie Wibowo 3,3 persen
8. Wiranto 3,3 persen
9. Joko Suyanto 1 persen
10. Surya Paloh 0,7 persen
11. Sutiyoso 0,7 persen


Senin, 25 Maret 2013

Golkar Gorontalo Dukung Hatta Jadi Capres 2014


Gorontalo - Dukungan pencalonan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa menjadi Presiden Republik Indonesia 2014 makin kuat.
Dukungan terbaru bahkan datang dari Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Gorontalo, Rusli Habibie yang juga gubernur Gorontalo.
Pernyataan dukungannya diungkapkan ketika menyampaikan pidato di hadapan 2.000 pedagang kaki lima, di alun-alun kantor bupati Gorontalo Utara, Sabtu (23/3).
Menurut Rusli, Hatta pantas menjadi kandidat presiden dan mampu menggantikan kepemimpinan saat ini.
"Walaupun saya dari Golkar tetapi beliau (Hatta Rajasa) dari PAN, mari kita berdoa mudah-mudahan Beliau jadi Presiden tahun 2014," katanya saat memberikan orasi Gerakan Pencanangan Nasional Hak-hak Pedagang Kaki Lima (PKL).
Menurut Rusli, dalam berpolitik harus mengedepankan rasa pertemanan dan bukannya sikap saling bermusuhan.
Rusli adalah gubernur Gorontalo aktif. Dia bersama jajaran kepala daerah tingkat dua se-provinsi Gorontalo menjadi tuan rumah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Hatta hadir selaku ketua dewan kehormatan APKLI.
Kemenakan kandung dari mantan Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie ini, dalam orasinya mengatakan, ketika pesawat yang ditumpangi Hatta mendarat di bumi Gorontalo, langit biru menyambutnya.
Pertanda alam tersebut menjadi bukti kuat dukungan tersebut. Kata dia, terik matahari dan langit biru di Gorontalo hari ini adalah bukan suatu kebetulan. "Ini pertanda bahwa masyarakat di Gorontalo mendukung Hatta (menjadi presiden)," ujar Rusli.
Ungkapan itu disambut tepuk tangan ribuan PKL, kader PAN, dan juga masyarakat yang hadir di halaman utama kantor bupati Gorontalo utara itu.
Rusli bermaksud menganalogikan bendera partai bentukan tokoh reformasi Amien Rais itu sebagai langit biru dan menafsirkan lambang partai bergambar matahari itu sebagai sengatan matahari di bumi Gorontalo.
"Tanpa hari yang cerah seperti ini, padi dan jagung yang kami tanam, tidak akan bisa menguning dan siap untuk dipanen," ujar dia.
Di tempat yang sama, Hatta dalam sambutannya, tidak mempersoalkan adanya dukungan dari kader Partai Golkar. Ia menilai ungkapan Rusli merupakan bentuk kesantunan dalam berpolitik.
Menurut Hatta, kesantunan berpolitik adalah modal utama untuk menjadi seorang presiden. "Sinar matahari dan padi-padian yang menguning, adalah berkaitan. Keduanya juga akan saling berhubungan," kata dia.
Penulis: EF/RIN
Sumber:Investor Daily

Sabtu, 23 Maret 2013

HATTA TURUN LANGSUNG AMANKAN HARGA PANGAN


Melambungnya harga komoditas pangan, terutama bawang merah dan putih membuat pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengatasinya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Hatta Rajasa mengatakan dirinya akan turun langsung untuk mengatasi masalah tersebut. Menurutnya, harga komoditas pangan sangat sensitif, sehingga perlu tindakan cepat.
Kelangkaan, serta kenaikan harga bawang kini menjadi perhatian serius pemerintah. Saya dengan beberapa pihak terkait akan segera menyelesaikan hal tersebut dalam waktu dekat,” kata Hatta kepada wartawan, usai menjadi pembicara dalam Dialog Interaktif di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan sudah ada langkah konkrit dalam mengatasi kenaikan harga bawang merah dan putih. Dia berharap langkah tersebut bisa efektif menekan harga komoditas pangan, khususnya bawang.
“Saya sudah mengambil langkah dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Perdagangan supaya sistemnya diubah.  Kita memiliki national single windows, sistem ini akan kita  gunakan, jadi tidak lagi menggunakan sistem manusia ke manusia, tapi gunakan online,” ungkap menteri penggemar lagu-lagu Broery Marantika ini.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari ini harga bawang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga normal. Misalnya untuk bawang putih, sebelumnya  hanya Rp 40.000/ kg, kini tembus sampai Rp 85.000/ kg. Begitu juga dengan bawang merah yang pada kondisi normal harganya Rp 20.000/kg, kini mencapai Rp 45.000/kg.“Kenaikan tersebut sangat mengganggu pelaku ekonomi kita, terutama yang menggunakan bahan baku bawang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” beber Hatta.
Sementara itu menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2012, Indonesia mengimpor 415.000 ton bawang putih dari beberapa negara dengan nilai US$ 242,3 juta atau Rp 2,3 triliun. Mayoritas bawang putih impor berasal dari China, yaitu sebanyak 410.100 ton dengan nilai US$ 239,4 juta atau Rp 2,27 triliun. Sisanya merupakan impor dari India, Malaysia, Pakistan dan Thailand.
Meskipun terjadi kenaikan harga, namun Hatta yakin inflasi pada tahun ini akan tetap rendah. “Yang jelas inflasi bulan Maret ini lebih rendah daripada sebelumnya, karena harga-harga komoditas holtikultura sudah mulai turun. Bawang putih sudah mulai dialirkan ke beberapa daerah, jadi inflasi amanlah,” ungkap suami dari Okke Rajasa ini. Terakhir, Hatta mengatakan saat ini harga bawang sudah mulai turun, meski belum signifikan. (Sumber : Hatta Rajasa Info)

Photo Kegiatan 16 Mei 2012 di Aula Gerkopin Jatinangor