LENSAINDONESIA.COM: Sekjen DPP Partai Amanat
Nasional (PAN), Taufik Kurniawan menegaskan perlunya mengambil langkah
darurat jika dalam perkembangan satu pekan ke depan tak ada perkembangan
yang menunjukkan perbaikan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Langkah itu
menurut Taufik adalah sebuah komitmen bersama untuk tidak sampai
menganggu pelaksanaan Pemilu dan hasilnya.
“Misalnya, kalau ada
peraturan KPU yang menetapkan batas akhir penetapan DPT, mau tak mau
peraturan itu diubah agar penetapan DPT bisa diundur. Atau perlu
kesepakatan ketika DPT sudah diakui maka tidak ada gugatan yang tak
perlu,” ujarnya dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu
(26/10/2013).
Taufik
menjelaskan, secara politik dan kenegaraan, Pemilu 2014 ini didukung
dana APBN terbesar yaitu dengan jumlah Rp 21 triliun. Penggelontoran
dana yang sangat fantastis ini, lanjutnya, tentu bukan untuk kepentingan
siapapun termasuk Parpol saja tapi lebih pada kepentingan rakyat secara
umum.
“Ini keputusan dalam bentuk UU APBN untuk alokasi Pemilu terbesar, makanya jangan sampai mubazir,” tegasnya.
Sisi
lain yang Taufik singgung adalah bahwa pada tahun 2014 terjadi momentum
penyerahan estafet kepemimpinan nasional. Jadi, seluruh stakeholder tak
boleh hanya berkutat di polemik DPT walaupun itu memang penting.
“Perlu pembicaraan teknis informal yang tak bermaksud mengintervensi KPU dan Bawaslu,” pungkasnya.@firdausi
SUMBER : http://www.lensaindonesia.com/2013/10/26/pan-usulkan-langkah-darurat-tangani-kisruh-dpt.html
Sabtu, 26 Oktober 2013
Senin, 08 April 2013
Wakili Partai Islam, Elektabilitas Hatta Rajasa Terus Menguat
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa kian menguat. Berdasakan hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survey (INES), tingkat elektabilitas Hatta mencapai 14,4 persen.
Elektabilitas Menko Perekonomian itu berada pada peringkat ketiga di bawah Prabowo Subianto (39,8) persen dan Megawati Soekarnoputri (17,2 persen).
Direktur INES Sudrajat Sacawisatra, mengungkapkan, elektabilitas capres dari PAN, Hatta Rajasa setiap tahun terus mengalami kenaikan.
Kenaikan elektabilitas Menko Perekonomian ini, kata Sudrajat, karena sosok Hatta mewakili partai Islam.
"Banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih ke Hatta Rajasa karena paling merepresentasikan partai Islam," ujarnya saat memaparkan hasil survei Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014 'Penghakiman Rakyat Siapa Menabur Akan Menuai' di Cava Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (7/4).
Survei INES tersebut menggunakan metodologi populasi survei dengan jumlah sample 6.000 orang. margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 98 persen. Survei dilakukan dalam kurun waktu 18-30 Maret 2013.
Responden rata-rata berusia di atas 17 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak SD. Sebab, survei dilakukan di pedesaan 51 persen dan perkotaan 49 persen.
Berikut Hasil Survei Ines:
1. Prabowo Subianto 39,8 persen
2. Megawati Soekarno Putri 17,2 persen
3. Hatta Rajasa 14,4 persen
4. Aburizal Bakrie 10,3 persen
5. Ani Yudhoyono 5,1 persen
6. Jusuf Kalla 4,2 persen
7. Pramono Edhie Wibowo 3,3 persen
8. Wiranto 3,3 persen
9. Joko Suyanto 1 persen
10. Surya Paloh 0,7 persen
11. Sutiyoso 0,7 persen
Elektabilitas Menko Perekonomian itu berada pada peringkat ketiga di bawah Prabowo Subianto (39,8) persen dan Megawati Soekarnoputri (17,2 persen).
Direktur INES Sudrajat Sacawisatra, mengungkapkan, elektabilitas capres dari PAN, Hatta Rajasa setiap tahun terus mengalami kenaikan.
Kenaikan elektabilitas Menko Perekonomian ini, kata Sudrajat, karena sosok Hatta mewakili partai Islam.
"Banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih ke Hatta Rajasa karena paling merepresentasikan partai Islam," ujarnya saat memaparkan hasil survei Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014 'Penghakiman Rakyat Siapa Menabur Akan Menuai' di Cava Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (7/4).
Survei INES tersebut menggunakan metodologi populasi survei dengan jumlah sample 6.000 orang. margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 98 persen. Survei dilakukan dalam kurun waktu 18-30 Maret 2013.
Responden rata-rata berusia di atas 17 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak SD. Sebab, survei dilakukan di pedesaan 51 persen dan perkotaan 49 persen.
Berikut Hasil Survei Ines:
1. Prabowo Subianto 39,8 persen
2. Megawati Soekarno Putri 17,2 persen
3. Hatta Rajasa 14,4 persen
4. Aburizal Bakrie 10,3 persen
5. Ani Yudhoyono 5,1 persen
6. Jusuf Kalla 4,2 persen
7. Pramono Edhie Wibowo 3,3 persen
8. Wiranto 3,3 persen
9. Joko Suyanto 1 persen
10. Surya Paloh 0,7 persen
11. Sutiyoso 0,7 persen
Senin, 25 Maret 2013
Golkar Gorontalo Dukung Hatta Jadi Capres 2014
Gorontalo
- Dukungan pencalonan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta
Rajasa menjadi Presiden Republik Indonesia 2014 makin kuat.
Dukungan terbaru bahkan datang dari Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Gorontalo, Rusli Habibie yang juga gubernur Gorontalo.
Pernyataan dukungannya diungkapkan ketika menyampaikan pidato di hadapan 2.000 pedagang kaki lima, di alun-alun kantor bupati Gorontalo Utara, Sabtu (23/3).
Menurut Rusli, Hatta pantas menjadi kandidat presiden dan mampu menggantikan kepemimpinan saat ini.
"Walaupun saya dari Golkar tetapi beliau (Hatta Rajasa) dari PAN, mari kita berdoa mudah-mudahan Beliau jadi Presiden tahun 2014," katanya saat memberikan orasi Gerakan Pencanangan Nasional Hak-hak Pedagang Kaki Lima (PKL).
Menurut Rusli, dalam berpolitik harus mengedepankan rasa pertemanan dan bukannya sikap saling bermusuhan.
Rusli adalah gubernur Gorontalo aktif. Dia bersama jajaran kepala daerah tingkat dua se-provinsi Gorontalo menjadi tuan rumah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Hatta hadir selaku ketua dewan kehormatan APKLI.
Kemenakan kandung dari mantan Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie ini, dalam orasinya mengatakan, ketika pesawat yang ditumpangi Hatta mendarat di bumi Gorontalo, langit biru menyambutnya.
Pertanda alam tersebut menjadi bukti kuat dukungan tersebut. Kata dia, terik matahari dan langit biru di Gorontalo hari ini adalah bukan suatu kebetulan. "Ini pertanda bahwa masyarakat di Gorontalo mendukung Hatta (menjadi presiden)," ujar Rusli.
Ungkapan itu disambut tepuk tangan ribuan PKL, kader PAN, dan juga masyarakat yang hadir di halaman utama kantor bupati Gorontalo utara itu.
Rusli bermaksud menganalogikan bendera partai bentukan tokoh reformasi Amien Rais itu sebagai langit biru dan menafsirkan lambang partai bergambar matahari itu sebagai sengatan matahari di bumi Gorontalo.
"Tanpa hari yang cerah seperti ini, padi dan jagung yang kami tanam, tidak akan bisa menguning dan siap untuk dipanen," ujar dia.
Di tempat yang sama, Hatta dalam sambutannya, tidak mempersoalkan adanya dukungan dari kader Partai Golkar. Ia menilai ungkapan Rusli merupakan bentuk kesantunan dalam berpolitik.
Menurut Hatta, kesantunan berpolitik adalah modal utama untuk menjadi seorang presiden. "Sinar matahari dan padi-padian yang menguning, adalah berkaitan. Keduanya juga akan saling berhubungan," kata dia.
Dukungan terbaru bahkan datang dari Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Gorontalo, Rusli Habibie yang juga gubernur Gorontalo.
Pernyataan dukungannya diungkapkan ketika menyampaikan pidato di hadapan 2.000 pedagang kaki lima, di alun-alun kantor bupati Gorontalo Utara, Sabtu (23/3).
Menurut Rusli, Hatta pantas menjadi kandidat presiden dan mampu menggantikan kepemimpinan saat ini.
"Walaupun saya dari Golkar tetapi beliau (Hatta Rajasa) dari PAN, mari kita berdoa mudah-mudahan Beliau jadi Presiden tahun 2014," katanya saat memberikan orasi Gerakan Pencanangan Nasional Hak-hak Pedagang Kaki Lima (PKL).
Menurut Rusli, dalam berpolitik harus mengedepankan rasa pertemanan dan bukannya sikap saling bermusuhan.
Rusli adalah gubernur Gorontalo aktif. Dia bersama jajaran kepala daerah tingkat dua se-provinsi Gorontalo menjadi tuan rumah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Hatta hadir selaku ketua dewan kehormatan APKLI.
Kemenakan kandung dari mantan Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie ini, dalam orasinya mengatakan, ketika pesawat yang ditumpangi Hatta mendarat di bumi Gorontalo, langit biru menyambutnya.
Pertanda alam tersebut menjadi bukti kuat dukungan tersebut. Kata dia, terik matahari dan langit biru di Gorontalo hari ini adalah bukan suatu kebetulan. "Ini pertanda bahwa masyarakat di Gorontalo mendukung Hatta (menjadi presiden)," ujar Rusli.
Ungkapan itu disambut tepuk tangan ribuan PKL, kader PAN, dan juga masyarakat yang hadir di halaman utama kantor bupati Gorontalo utara itu.
Rusli bermaksud menganalogikan bendera partai bentukan tokoh reformasi Amien Rais itu sebagai langit biru dan menafsirkan lambang partai bergambar matahari itu sebagai sengatan matahari di bumi Gorontalo.
"Tanpa hari yang cerah seperti ini, padi dan jagung yang kami tanam, tidak akan bisa menguning dan siap untuk dipanen," ujar dia.
Di tempat yang sama, Hatta dalam sambutannya, tidak mempersoalkan adanya dukungan dari kader Partai Golkar. Ia menilai ungkapan Rusli merupakan bentuk kesantunan dalam berpolitik.
Menurut Hatta, kesantunan berpolitik adalah modal utama untuk menjadi seorang presiden. "Sinar matahari dan padi-padian yang menguning, adalah berkaitan. Keduanya juga akan saling berhubungan," kata dia.
Penulis: EF/RIN
Sumber:Investor Daily
Langganan:
Postingan (Atom)

