Jumat, 26 September 2014

PAN: Pilkada di DPRD Paling Sesuai dengan Amanat Konstitusi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Totok Daryanto menyampaikan, keputusan final fraksi PAN memilih Pilkada melalui DPRD. Pemilihan melalui perwakilan di DPRD dinilai sebagai mekanisme yang paling sesuai dengan amanat konstitusi.

"Pilkada DPRD lebih punya dasar konstitusi dibanding pilihan lain. Kami melihat pilkada tidak langsung memang diamanatkan konstitusi, dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945," kata Totok dalam rapat paripurna pengesahan RUU Pilkada, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

Totok menjelaskan, dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan sistem perwakilan berdasarkan musyawarah sebagai landasan memilih pimpinan. Dalam batang tubuh disebutkan pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara demokratis. UUD 1945 juga menyebutkan pilkada tidak berada dalam rumpun pemilihan umum.

"Jadi kami tidak menemukan alasan yang membuat kami melihat pilkada harus langsung. Setelah kami amati ekses pilkada langsung, kami lihat berapa banyak ekses negatifnya," ujar anggota Komisi II tersebut.

Selain itu, PAN juga merujuk putusan MK yang mengembalikan kewenangan mengadili sengketa pilkada kepada Mahkamah Agung. Lantaran pilkada dianggap bukan bagian dari rezim pemilu.

Lebih lanjut PAN mengharapkan untuk mewujudkan aturan politik yang lebih konsisten perlu dilakukan konsesus nasional. Dengan melakukan konsolidasi antara semua pihak. Sehingga tidak ada lagi aturan yang bertabrakan antara satu dengan lainnya.

Rapat paripurna masih berlangsung dengan pembacaan sikap akhir sembilan fraksi di DPR. Rapat dihadiri oleh 496 dari total 560 anggota DPR. Terdiri dari Partai Demokrat (129 orang), Partai Golkar (94), PDIP (90), PKS (55), PAN (42), PPP (33), PKB (21), Gerindra (22), dan Hanura (10). 

Kamis, 14 November 2013

Capres Konvensi Dekati Hatta Rajasa, PAN: Tak Ada `Deal` Politik

Liputan6.com, Jakarta : Jelang pemilu 2014, para kandidat capres saling membangun komunikasi, mematangkan konsep pembangunan Indonesia 5 tahun ke depan. Seperti beberapa kandidat capres Konvensi Partai Demokrat terhadap Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.
Wakil Sekjen PAN Muhammad Rodli Kaelani mengaku, ada beberapa kandidat capres Demokrat yang melakukan komunikasi politik dengan Hatta. Namun, Rodli membantah komunikasi tersebut guna mencarideal politik dalam penentuan pasangan capres-cawapres Pemilu 2014, meski Hatta besan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tidak ada deal. Tapi Pak Hatta terus berkomunikasi dengan kandidat capres yang ada," kata Rodli kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon, Rabu (13/11/2013).
Bahkan, kata Rodli, kandidat capres Demokrat juga membuka komunikasi dengan Hatta untuk membahas pembangunan Indonesia ke depan. Sayangnya, Ketua Umum Pandu Indonesia ini enggan menyebut nama kandidat capres peserta Konvensi Demokrat tersebut.
Tak hanya itu, sambung Rodli, Hatta juga telah membangun komunikasi politik terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto serta Gubernur DKI Jakarta yang juga kader PDIP yakni Joko Widodo alias Jokowi.
Tujuannya, beber Rodli, untuk membangun kesamaan persepsi dan sharing dalam pembangunan Indonesia ke depan. Lagi-lagi, Rodli menegaskan, bukan membicarakan deal politik terkait pasangan capres-cawapres Pemilu 2014.
"Itu untuk membangun komunikasi dan silahturahmi politik saja dan tidak ada deal sama sekali seperti yang dipersepsikan selama ini. Karena kita sedang fokus untuk memenangkan Pileg (Pemilu Legislatif) dahulu, baru bicara capres," tukas Rodli. (Rmn/Mut)

Sabtu, 02 November 2013

Bupati Sumedang H. Endang Sukandar Meninggal Dunia

Parantos mulih ka jati,mulang ka asal... Bapak Bupati Sumedang H.ENDANG SUKANDAR Mugia Amal Ibadahna ditampi disisi Allah SWT. Amien...Amien..Ya Robballalamin
DPC PAN Jatinangor turut berduka cita

dikumpulkan dari berbagai infomarmasi :
http://news.detik.com/read/2013/11/02/151119/2402322/10/bupati-sumedang-endang-sukandar-meninggal-dunia
Bupati Sumedang Endang Sukandar meninggal dunia saat menghadiri acara adat Lembur di Desa Karedok, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Dari informasi yang dikumpulkan Endang meninggal sekitar 13.00 WIB.

Menurut Cecep Wachdiana Putra, orang dekat Endang, saat menghadiri acara adat Lembur, Endang sempat ngibing alias berjoget. 

"Tadi sempat ngibing terus pas mau makan keluar dulu dari acara pingsan," kata Cecep ketika dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2013).

Cecep menambahkan lokasi desa itu jauh dari rumah sakit dan puskesmas. "Kalau mau ke desa itu harus melalui jembatan gantung. Sehingga mobil ambulans tidak bisa masuk. Akhirnya dibawa pakai motor yang ada gandengannya di belakang ke rumah sakit Cideres, Majalengka," imbuhnya.

"Saya belum tahu informasinya apakah dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit atau saat di rumah sakit," imbuh Cecep.

Cecep menambahkan, sebelum menghadiri acara adat di Desa Karedok ini, Endang baru datang dari Medan serta Belitung pada Kamis malam. 

Jenazah Endang Sukandar akan disemayamkan di Gedung Negara, kantor Bupati Sumedang.


https://www.facebook.com/PRFMNewsChannel/posts/398135796984688
KABAR DUKA, BUPATI SUMEDANG MENINGGAL DUNIA 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un telah berpulang Bapak Bupati Sumedang H. Endang Sukandar sekira pukul 14.00 WIB, Sabtu (02/11). Menurut wartawan PR Sumedang, Adang Jukardi, sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhum sedang mengikuti sebuah sebuah acara dikawasan Karedok, Jatigede. Namun saat mengikuti acara tersebut, almarhum tiba-tiba pingsan dan langsung dilarikan ke RS Cideres, Majalengka dan menghembuskan nafas terakhir di RS Cideres, dan rombongan yang membawa almarhum H. Endang Sukandar sedang menuju rumah duka di Sumedang. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT.

http://www.inilahkoran.com/read/detail/2043781/bupati-sumedang-meninggal-dunia-setelah-kelelahan
INILAH.COM, Bandung - Bupati Sumedang, Endang Sukandar dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (2/11/2013) pukul 14.00 WIB.

"Iya, Bapak meninggal tadi jam 14.00" ucap salah staf di Pemkab Sumedang Dewi Maulana kepada INILAH, Sabtu.

Dewi mengatakan, Endang meninggal diduga karena kelelahan sehingga mengalami serangan jantung. Kemarin, politisi PPP itu baru pulang dari Medan.

"Terus tadi siang makan karedok di Wado dan langsung pingsan. Bapak langsung dibawa ke rumah sakit. Dan...ya Allah saya denger bapak meninggal," ujar Dewi yang tak bisa menutupi rasa sedihnya.

Dewi mengatakan, Kabupaten Sumedang sangat kehilangan sang bupati. Karena bersama almarhum, semua pekerja di lingkungan Pemkab Sumedang diajak berlari membangun Sumedang. [rni]

Photo Kegiatan 16 Mei 2012 di Aula Gerkopin Jatinangor